Tak Lagi Muda


Tepat hari ini tanggal 24 Mei adalah tanggal saya terlahir di dunia. Saya dilahirkan di sebuah kota kecil di lereng gunung Arjuna, tepatnya 30 tahun yang lalu. Sebuah masa dimana tidak terlalu banyak hiburan dan aneka ragam kesenangan, sebuah masa yang bisa terbilang serba sederhana.


Masa itu memang tidak seberuntung sekarang, hanya satu dua orang saja yang memiliki tv warna, sebagian dari mereka hanya menonton tv hitam putih, termasuk rumah saya.


Masa-masa itu saya lewati sampai hampir saya berusia 9 tahun. Namun orang tua selalu mengajarkan kepada saya pendidikan agama yang kuat. Tidaklah jarang saya dihukum oleh orang tua karena terlambat shalat atau tidak ikut shalat berjamaah.


Seiring dengan bertambahnya usia, akhirnya aku memutuskan untuk mengambil kuliah di jurusan Arsitektur ITN Malang. Perjalanan kuliah di Arsitektur benar-benar menguras otak dan tenaga, karena tugas-tugas yang diberikan oleh para dosen benar-benar tidak mengenal kemanusiaan. Yaah, terlalu panjanglah cerita dan kenangan manis pahit di Arsitektur.


Hidup nampaknya berlalu begitu saja, ada fragmen-fragmen yang sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi sering lebih banyak yang meleset dari apa yang kita bayangkan. Namun semuanya harus kita syukuri, karena pada dasarnya hidup ini adalah ujian, dan kita diberi waktu yang amat singkat, hingga orang jawa menyebutnya dengan istilah hanya “mampir ngombe”, sekedar mampir minum saja.


Bagi saya yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kontribusi bagi orang lain, meningkatkan kepandaian, meningkatkan kesabaran, selalu bersyukur, dan bertawakkal kepada Allah. Terlalu egois jika saya hanya berfikir untuk pekerjaan saya, penghasilan saya, tanpa berfikir apa kontribusi saya bagi orang lain.


30 tahun bukanlah usia yang muda lagi. Panggilan mas, mungkin tidak terlalu pantas lagi saya sandang. Saya sudah menjadi seorang suami dan seorang bapak. Mudah mudahan hari-hari kedepan semakin lebih baik, dan keberadaan saya bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang.


Tiap ulang tahun memang tidak ada ucapan selamat kecuali oleh istri. Tidak pula ada kado dan tumpengan, karena memang tidak ada tradisi perayaan ulang tahun bagi saya dan keluarga. Tidak pula ada tawa dan kemeriahan, yang ada mungkin hanya sebuah renungan.


Sahabat, sudilah kiranya memberikan doa memohon kepada Allah SWT agar diberikan umur yang barakah. Serta diberikan ke-istiqomah-an di dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
0 Responses